20/02/2018

KERTAKES #2: Kerinduan Menempel Karya di Tembok-tembok Jalan

Kertakes adalah sebuah proyek tempel-menempel kertas di dinding-dinding ruang publik secara acak, baik dalam bentuk poster, stiker, atau mixed media.
01/02/2018

Reportase Kegiatan W.I.B. (Waktu Ingin Bahagia)

Reportase Waktu Ingin Bahagia (W.I.B.): Sekitar 40 seniman turut serta dalam kegiatan ini. Tak hanya gambar-gambar graffiti dan mural, W.I.B. juga menyajikan Sablon on The Spot, di mana pengunjung membawa kaos mereka sendiri untuk di sablon di lokasi.
13/11/2017

Perth: Terlalu Santai yang Sarat Makna

Usut punya usut, kalau Melbourne adalah kota yang mengenakan mahkota street art di Australia, ternyata tahta keduanya dipegang oleh Perth. Ibukota provinsi Western Australia ini ditahbiskan sebagai kota dengan street art nomor 4 terbaik di dunia menurut Breaking News Ireland. Ia ada di urutan setelah Lisbon, New York, dan Melbourne.
23/12/2016

Buah Proyek Bedah Kampung Kebayoran

Proyek ini menjadi menarik karena semua seniman yang berpartisipasi di dalamnya didorong untuk berbaur dengan masyarakat. Interaksi keduanya tentu saja bisa memicu visual baru yang sudah pasti segar untuk penikmat seni jalanan ini. Tembok rumah yang sesak, berhimpitan, menjadi wahana bagi para seniman.
01/12/2016

Jeepney: Visual Fiesta Jelata ala Pinoy

Singkat padatnya, ia tak banyak berbeda dengan Jakarta. Barangkali malah pembeda paling signifikan adalah minimnya kendaraan motor dan melimpahnya para pejalan kaki yang mungkin menjadi alasan betapa lebarnya trotoar di Manila dan Quezon – dua kota yang paling besar dan ramai di Filipina.
01/02/2016

Arsip Poster Reformasi di Common Room

Poster merupakan media yang dirasa paling efektif untuk menyebarkan informasi dan semangat perlawanan kala media sosial masih jadi sesuatu yang asing. Dibuat oleh mereka yang belajar seni rupa dan desain, Poster Reformasi dibuat dengan pertimbangan yang jeli soal elemen visual dan bahasa komunikasi.
14/12/2015

Mural Seniman Perempuan JB 2015

Enam seniman perempuan terpilih memajang karya muralnya di sepanjang tembok Gudang Sarinah dan beberapa tempat publik di Jakarta. Mereka adalah Aprilia Apsari, NUR, Sanchia T. Hamidjaja, dan Wonderyash (Jakarta), Cut Putri (Banda Aceh), dan Marishka Soekarna (Depok).
07/12/2015

Seni Harus Berpihak pada Publik

Hadirnya pameran ini sendiri bisa dilihat bahwa seni sekarang menjadi wilayah yang vernacular, bahasa sehari-hari oleh warga. Hanya saja, pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana membawa fenomena ini, memanfaatkannya sebagai strategi sosial dan politik.
04/11/2015

Graffiti dan Mural sebagai Budaya

Visual Jalanan mengadakan bincang seniman bersama tiga partisipan pameran Bebas Tapi Sopan, yakni Bujangan Urban, The Popo, dan Dinas Artistik Kota. Bincang seniman ini berlangsung di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada pukul 15.00 – 17.00 WIB.
7 jam lalu
  • 101
  • 1

february 2018

No Events

march 2018

No Events

april 2018

No Events

X