Visual Jalanan
  • ARTIKEL
  • GALERI JALANAN
  • SHOP
  • BERKONTRIBUSI
  • ARSIP
Membaca Street Art Dengan Smart
151315151521

Membaca Street Art Dengan Smart

Oleh by: Sumbo Tinarbuko|08/04/20129 Comments

Mural dan street art berhasil meredam teror visual yang ditembakkan iklan komersial dan berujung sampah visual. Gerakan memuralkan dan me-streetart-kan ruang publik layak mendapatkan acungan dua jempol sekaligus. Mengapa gerakan mulia itu patut diberi dukungan sepenuh hati? Karena mural dan street art mampu memberikan nuansa bermakna indah di ruang publik. Keberadaan mural dan street art dapat difungsikan menjadi dekorasi kota yang menarik dan artisik.

Karena dihadirkan di ruang publik, maka mural dan street art juga memiliki konsekuensi moral sebagai  sebuah karya publik. Di antaranya: siapa pun saja boleh melihat, siapa saja diperkenankan  mengakses keberadaannya, serta siapa saja dapat menjadikannya sebagai latar belakang berfoto ria. Yang disebutkan di belakang tadi adalah sisi kebermanfaatannya. Sebaliknya, pada sudut lain, eksistensi karya mural dan street art yang menempati   ruang publik harus merelakan diri untuk menerima berbagai bentuk kejahatan visual yang menganibal karya tersebut dengan karya lainnya. Pendeknya, keamanan karya  mural dan street art sangat riskan atas serangan kaum vandalis.

Mural dan graffiti Free The Dolphin di Jokteng Timur Kraton Yogyakarta.(jogjanews.com)

 

Di luar masalah vandalisme terhadap karya mural dan street art di ruang publik, sejatinya keberadaannya  perlu dipertimbangkan pula bagaimana kesinambungan perawatannya, agar karya tersebut tetap awet dan terjaga dengan baik.

Mengapa perihal perawatan mural dan street art menjadi penting? Karena sejujurnya, karya mural dan street art tidak terlalu jauh bedanya dengan karya grafis kota atau media outdoor. Dari sisi ketahanan bahan, karya mural  dan street art memiliki rentang waktu batas ketahanan fisik berkisar 1-3 tahun. Batas ketahanan tersebut menyangkut materi yang digunakan, sebab semakin lama tentu semakin usang. Apalagi jika menggunakan cat yang tidak berkualitas serta tembok yang usang maka, cat sebagai material utama untuk memvisualkan karya mural dan street art akan mudah mengelupas sehingga objek yang dimuralkan dan di-streetart-kan tidak jelas lagi. Efek negatifnya, karya mural dan street art pun dapat dikategorikan sebagai sampah visual.

Untuk itu, agar kualitas karya mural dan street art dapat bertahan minimalnya 1-3 tahun mendatang, para seniman mural dan street art harus memilih tembok yang ada di ruang publik serta menggunakan cat yang berkualitas agar mural dan street art benar-benar menjadi sebuah dekorasi kota yang indah dan artistik.

Miko menyelesaikan graffitinya di tembok di wilayah Stasiun Lempuyangan pada acara End of the Year Project Bombing Never Stop M

 

Selain itu, agar keberadaan karya mural dan street art tidak diserang kaum vandalis yang suka merusak karya mural dan street art, maka para seniman dalam penggarapan mural dan street art, perlu juga melibatkan masyarakat sekitar. Termasuk di dalamnya melibatkan anak jalanan, pengamen, pedagang kakilima, dan tukang parkir  di sekitar kawasan yang memasang karya mural dan street art. Hal ini perlu dilakukan demi menjaga kelangsungan sebuah karya mural dan street art secara sosial dan bermartabat.

Ketika karya mural dan street art ditorehkan ke dalam ruang publik maka partisipasi aktif dan keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi mural dan street art tersebut sangat dibutuhkan. Manakala hal itu terwujud, maka masyarakat  pun mendapat  kepercayaan untuk menunjukkan rasa memiliki atas sebuah karya seni di ruang publik bernama mural dan street art.

lovehatelove, pertigaan Jl. Munggur Yogyakarta

 

Pertanyaannya kemudian, bagaimana jadinya ketika karya mural dan street art yang wajarnya ditorehkan di ruang publik dengan serta dipindahkan ke dalam sebuah ruangan yang besar, bersih dan nyaman. Bagaimana pula cita rasa visualnya ketika karya mural dan street art dipajang di ruang pamer yang ditempatkan di bawah atap sejuk yang melindunginya dari pancaran terik matahari, tampias guyuran hujan, serta melindunginya dari serangan kaum vandalis?

Top

Foto Header: An ambient visual (street) art made for Biennale Jogja X 2009, KananJalanTerus Forum made a painting of a true zebra lying down
Sumber tulisan dari http://sumbotinarbuko.com/

»

  • More

Penulis Author

Sumbo Tinarbuko

Pengamat Ruang Publik dan Dosen Komunikasi Visual ISI Yogyakarta.

Terkait Relate

  • Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun
    Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun09/05/2013
  • Street Art Menantang Ruang
    Street Art Menantang Ruang06/05/2013
  • Perbanyak Lahan Hijau (Video)
    Perbanyak Lahan Hijau (Video)02/05/2013

Yang Beken & Popular

  • Street Art My Ass
    Street Art My Ass26/06/2012
  • Membaca Street Art Dengan Smart
    Membaca Street Art Dengan Smart08/04/2012
  • SAS: Street Art Surabaia
    SAS: Street Art Surabaia01/04/2012
← Tagging: Tanggung jawab karya, identitas dan eksistensi
Mural Besar Milik Provider →

9 Responses to Membaca Street Art Dengan Smart

  • Abi Rama 08/04/2012

    street art lumayan memberi warna berbeda ketimbang mural iklan provider..
    walau begitu kita (sebagai street artist) hendaknya lebih bertanggung jawab terhadap karya, baik dari segi penempatan maupun muatan karya.

    Reply
    • KAK SETO 08/04/2012

      kalo aku sih.. setuju

      Reply
    • Andang Kelana 08/04/2012

      kaga lu bgt komennya. insap insap

      Reply
  • ORANGEFEST 08/04/2012

    Kami mempergunakannya dalam publikasi acara kami. Suatu hal yang masih dianggap “sampah” bagi sebagian orang di kota Makassar. Salam pak! :)

    http://orange-fest.blogspot.com/2012/03/media-publikasi.html

    Reply
  • May 09/04/2012

    Bagaimana bentuk yang jelas dari kata “indah” dan “rusak” di tulisan ini?

    Tulisan ini mengesankan mereka yang mengklaim/diklaim sebagai street artist dan merebut ruang publik dengan cara membentuk karya visual, malah menjadikan karya itu justru seolah privat karena semacam ada larangan tidak merusak bagi “vandalis”. Bukankah itu berarti usaha “gerakan memuralkan dan me-streetart-kan ruang publik” (pada paragraf pertama) oleh para street artist itu hanya ilusi?

    Selain itu, setahu saya, salah satu provider telpon genggam juga pernah mendukung lomba mural. Tentu saja — setidaknya bagi saya — mural itu memiliki perbedaan tipis dengan “iklan komersil” yang disebutkan pada awal tulisan ini.

    Reply
  • Hafiz 09/04/2012

    Sejatinyanya karya-karya di ruang publik adalah bentuk aksi yang ‘engage’ dengan ruang publik itu sendri. Kalau berharap memperlakukan mural/grafiti/dll ‘terawat’ dan bertahan lama di ruang publik adalah sebuah ‘argumentasi’ kesenimanan yang menurut saya sudah seharusnya tak berlaku di dunia street art. Zona cair di dunia street art adalah tantangan sendiri. Aksi vandalism di sana…adalah keniscayaan yang harus diterima. Tak ada satu kekuatan pun yang bisa menghalangi…kecuali kita memang punya kekuatan ‘modal’ dan kekuasaan atas ruang publik itu. Tapi, seandainya sudah menjadi demikian, dia tidak menjadi publik lagi…malah menjadi privatisasi oleh para seniman yang menganggap karyanya itu layak untuk ‘dilihat’ oleh publik.

    Salam
    Hafiz
    http://www.forumlenteng.org
    http://www.jurnalfootage.net

    Reply
    • ADIK NYA KAK SETO 09/04/2012

      AGREE !!

      Reply
  • IJO-IJO 11/04/2012

    SUNDUL GAN…

    Reply
  • kiky 13/11/2012

    mau nanya dong, street art ini masuk kedalam fenomena sosial ga sih?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Aktuil New

  • Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun
    Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun 09/05/2013

    Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Paguyuban Pedag...

  • Street Art Menantang Ruang
    Street Art Menantang Ruang 06/05/2013

    27 April 2013, roemah 9a membuka sebuah pameran berjudul “Street Art Menantang R...

  • Perbanyak Lahan Hijau (Video)
    Perbanyak Lahan Hijau (Video) 02/05/2013

    What do we need? We just need a better place to live......

  • Himbauan Penggunaan Helm di Spanduk Majelis
    Himbauan Penggunaan Helm di Spanduk Majelis 29/04/2013

    Spanduk tersebut mencantumkan sebuah imbauan yang menarik. “Acara pria & wanita,...

  • AS SOON AS POSSIBLE!!
    AS SOON AS POSSIBLE!! 25/04/2013

    Pameran Seni Rupa Dua Kota LEMPUYANGAN - PASARSENEN AS SOON AS POSSIBLE!! Galeri...

Terkait Relate

  • Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun
    Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun 09/05/2013

    Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Paguyuban Pedag...

  • Street Art Menantang Ruang
    Street Art Menantang Ruang 06/05/2013

    27 April 2013, roemah 9a membuka sebuah pameran berjudul “Street Art Menantang R...

Kamu juga bisa ikutan posting di instagram dengan mention @VisualJalanan dan hashtag #visualjalanan untuk nanti
dimuat di "Galeri Jalanan".

Coba Tanya Try Ask.

Tweet

Tweets by @VisualJalanan

Yang Beken & Popular

  • Street Art My Ass
    Street Art My Ass 26/06/2012

    kita tidak sedang mencoba melihat fenomena graffiti lokal sama dengan cerita-cer...

  • Membaca Street Art Dengan Smart
    Membaca Street Art Dengan Smart 08/04/2012

    Mural dan street art berhasil meredam teror visual yang ditembakkan iklan komers...

Komentar & Comment

  • Celebrating Arts of Today | Keluarga Esjepe on ARTE Indonesia Art Festival 2013
  • fazrienario on ARTE Indonesia Art Festival 2013
  • Andang Kelana on ARTE Indonesia Art Festival 2013
  • visualjalanan on WC di Pinggir Jalan
Ruru Shop RadioUrban CultArkipel FestivalToy Works
Follow Us on BloggerFollow Us on EmailFollow Us on FacebookFollow Us on RSSFollow Us on Twitter
© Sejak Maret 2012 // Visual Jalanan.
  • BERANDA
  • TENTANG ABOUT
  • REDAKSI
  • KAMPUNG SEGART
  • FORUM LENTENG
loading Cancel
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.