Surabaya, melihat begitu banyak bentuk visual di jalanan, mulai dari iklan, papan nama usaha, baliho partai, spanduk himbauan pemerintah, terselip visual yang tak biasa. Keberadaannya tak begitu dominan, seolah-olah mereka menempatkannya pada ruang yang tersisa dari padatnya tatanan ruang kota. Memanfaatkan tembok-tembok kosong, mereka mencoba untuk menarik perhatian dari para pengguna jalan yang melintas. Siapakah para penikmatnya? Adakah yang tertarik melihatnya hingga terbiasa akan kehadiran karya visual jalanan ini? Dan bagaimana para pengguna jalan menikmati bentuk karya visual ini?

Mungkin, bagi para pengguna kendaraan bermotor, melihat karya yang berada di tembok-tembok jalan ini hanya bisa dinikmati sepintas. Karena faktor kecepatan mengendarai kendaraan dan waktu yang dibutuhkan untuk melihat relatif singkat. Sepertinya, street artist memiliki strategi sendiri dalam penempatan sebuah karya di jalan. Mereka memanfaatkan tempat-tempat, yang dinilai memiliki jeda waktu, agar para pengguna jalan yang melintas dapat melihat kearah karya mereka.
Walaupun tak tertangkap secara detail, ini salah satu bentuk pengalaman, bagaimana tangkapan kamera handphone di atas kendaraan bermotor, menangkap beberapa bentuk karya visual di salah satu ruas jalanan. Dan rute jalan inilah yang biasa terlewati saat kembali dari aktivitas perkuliahan. [jss]









bebrapa orang memang jarang melihat pemandangan gambar-gambar itu, tapi percaya atau tidak dari ribuan orang yang lalu lang dijalan itu pasti diantara mereka ada yang sengaja memang untuk mencari gambar baru apa yang muncul di jalanan, yah contohnya saya hehehe
karena saya termasuk penikmat juga pemburu gambar-gambar itu..
asik ni hahaha gue kalah start aahhhh .. yuhuuu