<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Visual Jalanan</title>
	<atom:link href="http://visualjalanan.org/web/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://visualjalanan.org/web</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 May 2013 18:00:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Penggusuran Kios-Kios Di Stasiun</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/penggusuran-kios-kios-di-stasiun</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/penggusuran-kios-kios-di-stasiun#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 10:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dallu Kusma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mural]]></category>
		<category><![CDATA[pemutaran filem]]></category>
		<category><![CDATA[Penggusuran PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3116</guid>
		<description><![CDATA[Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Paguyuban Pedagang Stasiun dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) berdemonstrasi menolak penggusuran lapak PKL di beberapa stasiun beberapa bulan yang lalu. Demo dilakukan lantaran, PT KAI dinilai melakukan tindakan sepihak dengan menggusur tanpa berdialog dengan para pedagang.<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/penggusuran-kios-kios-di-stasiun"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8759-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="DSCN8759" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class='video_frame' style='height:380px;width:630px'><iframe class='youtube' style='height:100%;width:100%' src='http://www.youtube.com/embed/M2SpdZ_UgeQ?enablejsapi=1&amp;autohide=2&amp;controls=0&amp;disablekb=0&amp;fs=0&amp;start=0&amp;loop=0&amp;rel=0&amp;showinfo=0&amp;theme=dark&amp;modestbranding=0&amp;wmode=transparent' width='100%' height='100%' frameborder='0'></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Paguyuban Pedagang Stasiun dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) berdemonstrasi menolak penggusuran lapak PKL di beberapa stasiun beberapa bulan yang lalu. Demo dilakukan lantaran, PT KAI dinilai melakukan tindakan sepihak dengan menggusur tanpa berdialog dengan para pedagang.</p>
<p>&#8220;PT KAI tidak pernah mengajak pedagang untuk berdialog mengenai pembongkaran ini, para pedagang hanya diberikan surat pemberitahuan untuk mengosongkan lapak mereka,&#8221; terang Ketua BEM UI Ali Abdilah saat berorasi di Stasiun UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/1).</p>
<p>Ali menjelaskan, “kios itu merupakan hak para pedagang yang terpisah dari lahan milik PT KAI dari hasil membeli. Seharusnya mengajak dialog terlebih dahulu sebelum merencanakan penggusuran agar tidak ada hak yang terabaikan,&#8221; jelasnya.<br />
Dan pada 19 april 2013, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Paguyuban Pedagang Stasiun melakukan pemutaran Film Dokumenter di stasiun UI tentang penggusuran pedagang yang berada di stasiun Bogor-Jakarta.<br />
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga mengajak para seniman muda “street art” untuk membuat mural tentang penggusuran pedagang kios di UI. Diharapkan agar anak muda dan orang-orang di sekitaran stasiun ikut peduli dan ikut memperjuangkan hak para pedagang.</p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8758.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3118" alt="DSCN8758" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8758.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8759.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3119" alt="DSCN8759" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8759.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8757.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3117" alt="DSCN8757" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8757.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/penggusuran-kios-kios-di-stasiun"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8759-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="DSCN8759" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/penggusuran-kios-kios-di-stasiun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Street Art Menantang Ruang</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/street-art-menantang-ruang-2</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/street-art-menantang-ruang-2#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 15:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dallu Kusma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Graffiti]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Mural]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Street Art]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3166</guid>
		<description><![CDATA[27 April 2013, roemah 9a membuka sebuah pameran berjudul “Street Art  Menantang Ruang”. Puluhan seniman street art dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Tangerang, dan Garut coba menjawab tantangan dari komunitas roemah 9A ini. Sebuah tantangan untuk berkarya di dalam galeri yang terletak di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Pameran ini juga didukung oleh Kementerian Kependidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. <div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/street-art-menantang-ruang-2"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9054-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="DSCN9054" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class='video_frame' style='height:380px;width:630px'><iframe class='youtube' style='height:100%;width:100%' src='http://www.youtube.com/embed/Uiz-9a6JkzQ?enablejsapi=1&amp;autohide=2&amp;controls=0&amp;disablekb=0&amp;fs=0&amp;start=0&amp;loop=0&amp;rel=0&amp;showinfo=0&amp;theme=dark&amp;modestbranding=0&amp;wmode=transparent' width='100%' height='100%' frameborder='0'></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>27 April 2013, roemah 9a membuka sebuah pameran berjudul “Street Art  Menantang Ruang”. Puluhan seniman <i>street art</i> dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Tangerang, dan Garut coba menjawab tantangan dari komunitas roemah 9A ini. Sebuah tantangan untuk berkarya di dalam galeri yang terletak di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Pameran ini juga didukung oleh Kementerian Kependidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mereka yang ikut serta adalah; Andi Rharharha, Amie (Menaw), Alex (TMT), Here Here, LoveHateLove, Tuyuloveme, Bujangan Urban, Ones (YEAH), Kenly (KOMA_INDO), Sidvizeus, Propagrapic  (Robowobo, Mg, Arman, Ato), Isrol (media legal), Mute (Noah, Kumkum, Bedlam), Dag Project (Dustur, Hope, Sam7), Henrryette Louise, Ega Useless, WTW Crew, Reflect, Yossy (Rain), Kampret Syndicate Indonesia, The Yellow Dino, Tach Crew (Chita 76, Frezze, Giank).</p>
<p>Tapi jangan beranggapan kalau karya seni mereka tersebut vandal. Tak sekadar kuat secara estetis, tapi juga sarat makna, pesan, dan tak sedikit pula yang berupaya membangun kembali kesadaran masyarakat. Merujuk pada pola kerja <i>street artist</i> biasanya, tidak ada salahnya kalau kali ini dengan bekal gagasan visualnya mereka dihadapkan dengan tantangan dinding ruang galeri “masif” tanpa tekanan luar.<a title="" href="#_edn1">[i]</a> Tapi, benarkah ketika tantangan luar itu hilang kreativitas akan tetap berkembang?</p>
<p>“Di aktivitas ini kami memang merasa &#8216;dimanja&#8217;, tapi kami tetap berupaya menyampaikan pesan,” ungkap Henryetee Louise, seniman asal Bandung. Ucapan “manja” lantaran ada ruang yang sudah ditentukan tanpa ada lagi tantangan dari luar. Karyanya berada di salah satu lorong menuju lantai dua ruang galeri. ia mencorat-coret dengan material apapun yang ia temui, seperti aktivitasnya di jalanan. Kadang ia memilih menyemprotkan cat kaleng atau hanya menggunakan krayon maupun kapur.</p>
<p>Akan tetapi, Iwan—salah satu seniman partisipan dari Bandung— menjawab, “posisi yang menembus ‘batas’ itu sebetulnya tak mengganggu. Kami selalu menganggap kegiatan seperti ini bukan sebuah eksebisi, melainkan kegiatan <i>bombing</i> saja, seolah yang punya rumah tak ada,” begitu jawabnya. Ruang terbuka adalah “rumah” street art. Ketika dihadirkan dalam “rumah” lain seperti ruang galeri, bisa jadi tak lagi “liar” sentuhannya.</p>
<p>Dalam kunjungan saya ke ruang galeri yang berada dalam lingkungan rumah perupa Haris Purnomo ini, aroma cat semprot kaleng langsung menyengat di hidung dengan dinding penuh warna. Para seniman dibebaskan untuk merespons interior dan eksterior galeri, termasuk mobil rongsokan yang sengaja didatangkan untuk kegiatan ini. Di dinding lain adalah karya mural dengan teknik stensil oleh Isrol Media Legal. Gambar seorang polisi sedang memegang kuas dan kaleng cat, dengan dinding yang dibuat kusam seperti di pinggir jalan penuh selebaran iklan yang kemudian diwarnai. Di dalam karyanya juga ada teks, “Satu Negara di Bawah Kontrol Korporasi”.</p>
<p>Pada bagian dinding yang sama dengan Isrol, Iwan juga menjejakkan karya stensil berupa tokoh-tokoh pemimpin dunia, seperti Mao Zedong atau Hugo Chávez. Di dinding luar galeri, tampak mural wajah Munir dan juga gambar seorang anak yang sedang menulis teks “Alam Raya Sekolahku”.</p>
<p>“Anak-anak <i>street art</i> ini adalah produk gaya hidup perkotaan. Ada energi kreatif yang luar biasa,” begitu kata Haris. Saat ini tidaklah sulit menemukan bentuk ekspresi para seniman tersebut di ruang publik perkotaan. Mudah dijumpai di pinggir jalan atau gang, seputar halte, terminal, di bawah jembatan layang serta tembok sekitar pusat perbelanjaan. Karya para seniman <i>street art </i>pun beragam, dapat berupa mural, grafiti, stensil, wheatpaste atau tagging.</p>
<p>Hanya saja, lantaran ruang yang jadi “rumah” mereka berkarya adalah ruang publik, tentu kegiatan mereka adalah aktivitas yang penuh tantangan dan tekanan, karena kadang kreativitas mereka harus berbenturan dengan aturan tata perkotaan. Jejak karya mereka di jalanan memang lebih bersifat spontan. Sekonyong-konyong tiap karya dapat saja muncul lantaran mereka ingin merespons apa yang dilihat, dirasakan, atau yang diamati. Bagi mereka, <i>street art</i> adalah kegiatan yang buat “ketagihan”.</p>
<p>Tak sekadar penuh tantangan dan juga proses kerjanya bergelut dengan debu jalanan. “Bau cat semprot aerosol-nya saja sudah bikin kangen,” ujar Alex TMT, seniman <i>street art</i> dari Yogyakarta sambil tersenyum. Setuju atau tidak, aktivitas ini pelan tapi pasti juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak anak muda.</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ednref1">[i]</a> Disarikan dari kata pengantar dalam katalog <i>Street Art Menantang Ruang</i></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN89612.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3137" alt="" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN89612.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8973.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3138" alt="DSCN8973" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8973.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8976.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3139" alt="DSCN8976" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8976.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8984.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3140" alt="DSCN8984" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8984.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8986.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3141" alt="DSCN8986" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8986.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8999.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3142" alt="DSCN8999" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN8999.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9026.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3144" alt="DSCN9026" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9026.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9013.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3143" alt="DSCN9013" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9013.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9027.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3145" alt="DSCN9027" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9027.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9060.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3147" alt="DSCN9060" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9060.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9054.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3146" alt="DSCN9054" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9054.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/street-art-menantang-ruang-2"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/DSCN9054-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="DSCN9054" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/street-art-menantang-ruang-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbanyak Lahan Hijau (Video)</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/perbanyak-lahan-hijau-video</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/perbanyak-lahan-hijau-video#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 14:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>visualjalanan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Graffiti]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Mural]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Street Art]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[visualjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3126</guid>
		<description><![CDATA[What do we need?
We just need a better place to live...<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/perbanyak-lahan-hijau-video"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/fi-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="fi" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class='video_frame'><iframe class='vimeo' style='height:355px;width:630px' src='http://player.vimeo.com/video/65145520?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0&amp;autoplay=0&amp;loop=0' width='630' height='355' frameborder='0'></iframe></div>
<p>video from<strong> <a href="http://vimeo.com/iandesrina">Ines Andesrina</a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/perbanyak-lahan-hijau-video"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/05/fi-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="fi" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/perbanyak-lahan-hijau-video/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Himbauan Penggunaan Helm di Spanduk Majelis</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/himbauan-penggunaan-helm-di-spanduk-majelis</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/himbauan-penggunaan-helm-di-spanduk-majelis#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 13:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dallu Kusma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan helm]]></category>
		<category><![CDATA[spanduk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3097</guid>
		<description><![CDATA[Spanduk tersebut mencantumkan sebuah imbauan yang menarik. “Acara pria &#038; wanita, dihimbau bagi pengendara sepeda motor gunakan helm.” Pencantuman himbauan itu bagi saya cukup menarik.<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/himbauan-penggunaan-helm-di-spanduk-majelis"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/DSCN7699-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="Spanduk tersebut mencantumkan sebuah imbauan yang menarik. “Acara pria &amp; wanita, dihimbau bagi pengendara sepeda motor gunakan helm.”" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah seringkali kita lihat spanduk-spanduk yang ada di jalan, dan sering kita lihat spanduk besar tentang majelis-majelis yang mengajak kita untuk mengikuti acara keagamaan.</p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/DSCN7699.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3098" alt="Spanduk Majelis" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/DSCN7699.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p>Pada spanduk tersebut bisa kita lihat mengenai himbauan untuk para anggota dan masyarakat lain untuk menggunakan helm saat berkendaraan bermotor.<br />
Nah tentu suatu kabar menggembirakan, isyarat itu saya lihat di spanduk raksasa. Spanduk tersebut mencantumkan sebuah imbauan yang menarik. “Acara pria &amp; wanita, dihimbau bagi pengendara sepeda motor gunakan helm.” Pencantuman himbauan itu bagi saya cukup menarik. Ada keinginan dari penyelenggara kegiatan untuk mengajak para umat untuk lebih aman dan selamat mengendarai sepeda motor. Memakai helm bagi para pengendara motor adalah kewajiban, Sanksi pelanggar aturan tersebut bisa dikenakan denda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan penjara maksimal satu bulan.</p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/SPANDUK-BERTULISKAN-HIMBAUAN-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3102" alt="SPANDUK BERTULISKAN HIMBAUAN copy" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/SPANDUK-BERTULISKAN-HIMBAUAN-copy.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/pasar-rebo.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3101" alt="pasar rebo" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/pasar-rebo.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_0670.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3100" alt="IMG_0670" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_0670.jpg" width="700" height="466" /></a></p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/DSCN7702.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3099" alt="DSCN7702" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/DSCN7702.jpg" width="700" height="525" /></a></p>
<p>Memang tak cukup sekadar himbauan, butuh aksi yang lebih konkret. Misal, sang Habib mengajak secara langsung kepada umatnya saat membuka atau menutup acara agar para pengendara motor wajib menggunakan helm saat berkendaraan. Lalu, para panitia bisa memberi ajakan konkret dengan memberi teguran bagi umat yang datang ke acara namun tidak memakai helm. Memang kita tidak bisa menyalahkan atau membenarkan siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi menggunakan helm diwajibkan saat berkendaraan demi keselamatan pengendaranya.</p>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/himbauan-penggunaan-helm-di-spanduk-majelis"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/DSCN7699-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="Spanduk tersebut mencantumkan sebuah imbauan yang menarik. “Acara pria &amp; wanita, dihimbau bagi pengendara sepeda motor gunakan helm.”" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/himbauan-penggunaan-helm-di-spanduk-majelis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OK. Video 2013 &#8211; Call For Submission</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/informasi/ok-video-2013-call-for-submission</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/informasi/ok-video-2013-call-for-submission#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 10:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>visualjalanan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Open Call Submission]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3083</guid>
		<description><![CDATA[KIRIM VIDEOMU!

MUSLIHAT OK. Video - 6th Jakarta International Video Festival
Pameran, Kompetisi, Diskusi, Program Publik
4-15 September 2013 / Galeri Nasional Indonesia<div><a href="http://visualjalanan.org/web/informasi/ok-video-2013-call-for-submission"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/image-1-150x150.jpeg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="image-1" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.okvideofestival.org/" target="_blank"><img class="alignnone  wp-image-3086" alt="image-1" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/image-1.jpeg" width="630" /></a></p>
<div class="mini_tabs_container" data-history="true">
<ul class="mini_tabs">
<li><a href="#ID">ID</a></li>
<li><a href="#EN">EN</a></li>
</ul>
<div class="panes">
<div class="pane"><b>KIRIM VIDEOMU!</b></p>
<p><b>MUSLIHAT OK. Video &#8211; 6th Jakarta International Video Festival</b><br />
<i>Pameran, Kompetisi, Diskusi, Program Publik</i><br />
<b>4-15 September 2013 / Galeri Nasional Indonesia</b></p>
<div class="divider_line"></div>
<p><b>PENDAFTARAN KARYA</b><br />
OK. Video tahun ini mengusung tema <i>Muslihat</i> yang mencoba melihat dan membaca praktik mengakali teknologi dalam keseharian, terutama di negara-negara ‘non-produsen’, seperti Indonesia. <i>Muslihat</i> yang dalam bahasa Indonesia berarti “daya upaya”, “siasat atau taktik” dan “strategi” dianggap mampu mewakili fenomena praktik mengakali teknologi yang dilakukan oleh konsumen. <i>Muslihat</i>, dalam waktu bersamaan juga mengandung makna mistis; membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dengan sedikit “daya upaya” dan “taktik”, sebuah produk teknologi yang diciptakan dengan bentuk dan fungsi terbatas, dapat berfungsi sesuai dengan perpanjangan hasrat kebutuhan si pengguna.</p>
<p>Mengakali teknologi dapat dilihat sebagai upaya menambah atau mengubah fungsi atau nilai guna benda, subtitusi, menambah usia penggunaan, main-main, dan estetika. Motif-motif tersebut akan melihat, membaca, dan merefleksikan bagaimana konsumen (masyarakat) menyikapi dan mengkritisi kehadiran produk teknologi media sebagai benda produksi massal.</p>
<p>MUSLIHAT OK. Video &#8211; 6th Jakarta International Video Festival menerima karya-karya: <b>multimedia, berbasis <i>moving image, </i>layar tunggal (<i>single channel</i>)<i>, </i>karya <i>online</i>, bersifat instalatif / Produksi 2011-2013 / Batas waktu pengiriman 10 Juli 2013/ Pendaftaran karya gratis! </b>/ Tiga karya terbaik akan mendapat penghargaan khusus dan diumumkan pada malam pembukaan festival di Galeri Nasional Indonesia.</p>
<p>Informasi lengkap dan formulir pendaftaran bisa didapatkan di <a href="http://www.okvideofestival.org/">www.okvideofestival.org</a>.</p>
<div class="divider_line"></div>
<p><span style="color: #888888;"><b><i>OK. Video &#8211; Jakarta International Video Festival</i></b><i> adalah festival seni video internasional pertama di Indonesia yang telah diselenggarakan sejak 2003 oleh ruangrupa, sebuah organisasi seni rupa kontemporer di Jakarta. OK. Video membuka ruang bagi karya-karya yang membahas fenomena sosial dan budaya di Indonesia dan mancanegara dalam format festival dengan tema spesifik.</i></span></p>
<p><span style="color: #888888;"><b><i>Dukung OK. Video</i></b><i> dengan bantu menyebarkan materi ini dengan menampilkannya pada situs, blog, Facebook, Twitter, atau akun media sosial lainnya.</i></span></div>
<div class="pane"><b>SUBMIT YOUR VIDEOS!</b></p>
<p><b>MUSLIHAT OK. Video &#8211; 6th Jakarta International Video Festival</b><br />
<i>Exhibition, Competition, Discussion, Public Program</i><br />
<b>4-15 September 2013 / Galeri Nasional Indonesia</b></p>
<div class="divider_line"></div>
<p><b>CALL FOR ENTRIES</b><br />
OK. Video raises “Muslihat” [Deception] as the main theme for the festival this year. Within the theme, we are trying to observe the practices of outsmarting the technology in daily life, especially in non-producer countries like Indonesia. &#8221;Muslihat&#8221; is an Indonesian word that has a close relation to “tricks” or “strategy”. It is considered perfectly to represent the particular phenomenon that has been happening in the consumer society. In the same time, “Muslihat” has a mystical sense; making the impossible possible. With a little &#8220;strategy&#8221; and &#8220;tactics&#8221;, a technology product that is created with limited form and function, can function well enough to meet the user or consumer&#8217;s desire.</p>
<p>Outsmarting the technology can be seen as an attempt to add or alter the function or value of the object, to substitute, to lengthen the usage period, playing around, aesthetics, or even against and challenging the system. These motives can be used to see, observe, and reflect how the society address and criticize the presence of media technology products as part of mass production object.</p>
<p>MUSLIHAT OK. Video &#8211; 6th Jakarta International Video Festival accepts works in the format of: <b>multimedia, moving image, single-channel, online-based, installation / Produced between 2011-2013 / Deadline 10 July 2013 / Free submission charge! /</b> Three best works will receive special award and will be announced on the opening night at the National Gallery of Indonesia.</p>
<p>For more information and application: <a href="http://www.okvideofestival.org/">www.okvideofestival.org</a></p>
<div class="divider_line"></div>
<p><b><i>OK. Video &#8211; Jakarta International Video Festival</i></b><i> is a biennial video festival held since 2003 by ruangrupa, a contemporary arts organization based in Jakarta, Indonesia. OK. Video gives spaces to video works concerning social and cultural phenomena in Indonesia and abroad within a festival with specific theme.</i></p>
<p><b><i>Support OK. Video </i></b><i>by<b> </b>kindly distribute this material by posting it on your site, blog, Facebook, Twitter, or other social media account.</i></div>
</div>
</div>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/informasi/ok-video-2013-call-for-submission"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/image-1-150x150.jpeg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="image-1" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/informasi/ok-video-2013-call-for-submission/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AS SOON AS POSSIBLE!!</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/as-soon-as-possible</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/as-soon-as-possible#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 21:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>visualjalanan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3073</guid>
		<description><![CDATA[Pameran Seni Rupa Dua Kota
LEMPUYANGAN - PASARSENEN
AS SOON AS POSSIBLE!!
Galeri Cipta II - Taman Ismail Marzuki
22 - 26 April 2013<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/as-soon-as-possible"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/featured-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="featured" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class='video_frame' style='height:380px;width:630px'><iframe class='youtube' style='height:100%;width:100%' src='http://www.youtube.com/embed/HhidrVcIBr4?enablejsapi=1&amp;autohide=2&amp;controls=1&amp;disablekb=0&amp;fs=1&amp;start=0&amp;loop=0&amp;rel=0&amp;showinfo=0&amp;theme=dark&amp;modestbranding=1&amp;wmode=transparent' width='100%' height='100%' frameborder='0'></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pameran Seni Rupa Dua Kota<br />
LEMPUYANGAN &#8211; PASARSENEN<br />
<strong>AS SOON AS POSSIBLE!!</strong></p>
<p>Pameran ini dibuka pada 22 April 2013 dan berlangsung hingga 26 April 2013 di Galeri Cipta II &#8211; Taman Ismail Marzuki</p>
<p>Menampilkan karya-karya mahasiswa dari empat kampus di dua kota (Jakarta dan Yogyakarta) antara lain Universitas Negeri Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/as-soon-as-possible"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/featured-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="featured" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/as-soon-as-possible/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mural Anniversary</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/mural-anniversary</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/mural-anniversary#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 15:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanif Alghifary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Mural]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3059</guid>
		<description><![CDATA[Kekuatan cinta yang sangat besar dapat menimbulkan tindakan yang enggak diduga-duga. Hal apapun dapat dilakukan demi menyenangkan sang kekasih, untuk membuktikan kecintaannya.<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/mural-anniversary"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5797-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="IMG_5797" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kekuatan cinta yang sangat besar dapat menimbulkan tindakan yang tidak terduga. Hal apapun dapat dilakukan demi menyenangkan sang kekasih, untuk membuktikan kecintaannya. seperti halnya ini:</p>
<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5793.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3060" alt="IMG_5793" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5793.jpg" width="700" height="466" /></a><br />
<a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5796.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3061" alt="IMG_5796" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5796.jpg" width="700" height="466" /></a><br />
<a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5802.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3063" alt="IMG_5802" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5802.jpg" width="700" height="466" /></a><br />
<a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5804.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3064" alt="IMG_5804" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5804.jpg" width="700" height="466" /></a></p>
<p>Terlihat sebuah mural dengan teks <em>Happy Anniversary </em>yang berada di sekitar Jalan Raya Margonda, Depok. Mural yang dibuat sebagai peringatan akan hari kebesaran bagi sepasang kekasih ini sangat menarik. Penggunaan karakter <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Elmo" target="_blank">Elmo</a> (karakter Muppet dalam serial anak<em> Sesame Street</em>) sebagai wakil si pembuat mural dalam menyatakan <em>anniversary</em> dan sebagai persembahan pada kekasihnya.</p>
<p>Pembuatan mural <em>anniversary</em> ini memberi warna baru pada mural-mural yang ada saat ini. Karena umumnya kita melihat mural yang bertemakan isu-isu sosial saja. Sehingga dari sini memberikan gambaran bahwa, cakupan akan fungsi media ini sangatlah luas sebagai media berekspresi. Bisa mengenai hal pribadi, sosial dan juga media pemasaran.</p>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/mural-anniversary"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/IMG_5797-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="IMG_5797" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/mural-anniversary/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RRREC Fest Showcase</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/rrrec-fest-showcase</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/rrrec-fest-showcase#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 10:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>visualjalanan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[visualjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3052</guid>
		<description><![CDATA[<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/rrrec-fest-showcase"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/RRREC-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="RRREC" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class='video_frame'><iframe class='vimeo' style='height:355px;width:630px' src='http://player.vimeo.com/video/63794443?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0&amp;autoplay=0&amp;loop=0' width='630' height='355' frameborder='0'></iframe></div>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/rrrec-fest-showcase"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/RRREC-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="RRREC" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/rrrec-fest-showcase/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“REY SIN UNA CORONA” An Exhibition of Beyond Graffiti recap</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/artikel/rey-sin-una-corona-an-exhibition-of-beyond-graffiti-recap</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/artikel/rey-sin-una-corona-an-exhibition-of-beyond-graffiti-recap#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 10:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>visualjalanan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[FAB]]></category>
		<category><![CDATA[Graffiti]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[visualjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3048</guid>
		<description><![CDATA[<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/rey-sin-una-corona-an-exhibition-of-beyond-graffiti-recap"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/FAB-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="FAB" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class='video_frame'><iframe class='vimeo' style='height:355px;width:630px' src='http://player.vimeo.com/video/63785974?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0&amp;autoplay=0&amp;loop=0' width='630' height='355' frameborder='0'></iframe></div>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/artikel/rey-sin-una-corona-an-exhibition-of-beyond-graffiti-recap"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/FAB-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="FAB" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/artikel/rey-sin-una-corona-an-exhibition-of-beyond-graffiti-recap/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: RRREC Fest “The Showcase”</title>
		<link>http://visualjalanan.org/web/acara/siaran-pers-rrrec-fest-the-showcase</link>
		<comments>http://visualjalanan.org/web/acara/siaran-pers-rrrec-fest-the-showcase#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2013 17:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>visualjalanan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://visualjalanan.org/web/?p=3040</guid>
		<description><![CDATA[ruangrupa mempersembahkan

RRREC Fest “The Showcase”
Music / Movie / Bazaar
Minggu, 7 April 2013 jam 17.00 – 23.00
di Halaman Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat<div><a href="http://visualjalanan.org/web/acara/siaran-pers-rrrec-fest-the-showcase"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/eflyers-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="eflyers" /></a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/eflyers.jpg"><img class="alignnone  wp-image-3041" alt="eflyers" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/eflyers.jpg" width="640" /></a></p>
<p><strong>ruangrupa</strong> mempersembahkan</p>
<p><strong>RRREC Fest “The Showcase”</strong><br />
Music / Movie / Bazaar<br />
<strong>Minggu, 7 April 2013 jam 17.00 – 23.00</strong><br />
di Halaman Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat</p>
<p>Menampilkan: <strong>Sigmun, Hightime Rebellion, Jirapah, Sentimental Moods.</strong></p>
<p>ruangrupa kembali mempersembahkan RRREC Fest (ruangrupa Record Festival) , kali ini dalam bentuk showcase, bertajuk RRREC Fest “The Showcase” yang akan berlangsung pada Minggu,7 April 2013 di Halaman Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Gelaran ini diadakan berupa showcase atau program awal menuju festival besar RRREC Fest ke-3 yang akan diselenggarakan pada akhir 2013 ini. Sebelumnya festival ini diselenggarakan pertama kali pada penghujung 2010 lalu sebagai bagian dari perhelatan Decompression #10 ruangrupa’s 10th Anniversary di Galeri Nasional Indonesia, dan RRREC Fest ke-2 diadakan pada akhir 2011 selama 3 hari di kawasan Cikini , Jakarta Pusat.<br />
Program utama RRREC Fest “The Showcase” adalah konser musik, yang didukung oleh program pemutaran film dan bazaar yang menjual produk seni serta produk kreatif dari seniman muda, kelompok/organisasi/komunitas seni dan mahasiswa-mahasiwa di Jakarta. Kurator yang memilih bintang tamu dalam festival ini adalah The Secret Agents (Indra Ameng dan Keke Tumbuan).</p>
<p>Band yang tampil dalam showcase kali ini yaitu: SIGMUN, HIGHTIME REBELLION, JIRAPAH dan SENTIMENTAL MOODS, adalah para musisi yang tergolong masih baru dan belum merilis album penuh. Walaupun begitu, saat ini mereka tengah merekah ke permukaan skena musik lokal karena gairah mereka dalam bermain musik mampu menciptakan kreasi unik dalam setiap penampilannya yang impresif dan telah berhasil menghasilkan lagu-lagu dengan komposisi musik yang memukau.</p>
<p>Untuk program film, kami akan memutarkan pilihan karya film pendek dan video lokal yang memiliki relasi khusus dengan musik dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat kota. Karya-karya yang dipilih ini semuanya dikerjakan dengan prinsip kerja film dokumenter. Selain itu secara khusus kami akan memutarkan potongan adegan dari film “Ambisi”(1973), karya sutradara besar Nya Abbas Akup. Film ini menampilkan tokoh-tokoh ternama di dunia musik lokal seperti: Bing Slamet, Benyamin S, Koes Plus, Bimbo, dan God Bless, karenanya kami “highlight” secara khusus sebagai penghormatan atas dokumentasinya yang berharga bagi sejarah musik lokal.</p>
<p>Program bazaar mengikutsertakan mereka yang termasuk paling aktif berkesenian ataupun menyokong kegiatan kesenian di dunia kreatif lokal saat ini yaitu: Serrum, Ika Vantiani, Kineforum, Cobra!, Demajors, GaLaw (Gambar Selaw), Kelas Pagi Jakarta, Niddle n Bitch, PALU, Ruru Shop, dan sekelompok mahasiswa Adict Adict!</p>
<p>Soal lokasi, Halaman Teater Jakarta yang terletak dalam Kompleks Taman Ismail Marzuki Pusat Kesenian Jakarta, kami pilih sebagai tempat acara karena sifatnya sebagai sebuah ruang publik yang bisa digunakan bersama demi kepentingan memajukan dinamika kegiatan kesenian dan praktek kebudayaan lainnya. Ruang terbuka ini cukup ideal untuk digunakan bagi siapapun yang ingin mengadakan kegiatan kesenian. Panggung musik yang ditempatkan disini akan menawarkan suasana festival dengan tingkat keakraban sosial yang besar, bersatu dengan bazaar produk-produk kreatif karya para seniman Ibu Kota.</p>
<p>RRREC Fest didedikasikan untuk menemukan, menampilkan, mempromosikan, mempertemukan, menyebarkan, dan menjaga keberlangsungan gagasan kreatif serta potensi yang dimiliki para musisi/band/performer dan seniman lokal. Kami memilih untuk mengadakan festival musik dengan kesadaran untuk membuat sebuah platform bagi terciptanya sebuah meeting point antar seniman dari berbagai disiplin (khususnya seni rupa, musik dan film), dan antara seniman dengan publiknya, serta menjadikan festival kecil ini suatu peristiwa tersendiri yang dapat menginspirasi banyak orang.<br />
Sesuai judul festival ini, RRREC Fest (ruangrupa Record) dimaksudkan untuk mendokumentasikan energi dari generasi musik lokal terbaru baik dalam bentuk audio maupun video, dan juga agar acara ini terekam dalam jiwa para penggemar musik yang menghadiri acara ini.</p>
<p>Festival ini diselenggarakan dengan bekerjasama dengan banyak sahabat, kawan dan pihak sponsor yang sebelumnya kerap bekerja seiring dengan kami. Untuk tata artistik panggung kami bekerjasama dengan Serrum, organisasi seniman yang banyak mengerjakan beragam proyek seni rupa. Program pemutaran film kami kerjakan bersama kineforum Dewan Kesenian Jakarta, sebuah bioskop alternatif terpadu pertama di Jakarta. Sedangkan untuk perekaman dalam format video, kami bekerjasama dengan Forum Lenteng, sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang pengembangan medium audio visual, khususnya film dokumenter. Selain itu, kami juga secara khusus mengundang beberapa kolektif seniman untuk terlibat dalam acara ini. Cut and Rescue, untuk menbuat artwork dan desain khusus acara ini. Tim photographer militan, Irockumentary untuk mengabadikan acara ini ke dalam medium fotografi, dan kelompok Gambar Selaw yang akan merekam acara ini ke dalam karya sketsa.</p>
<p>Jakarta, 5 April 2013,</p>
<p><strong>Indra Ameng</strong><br />
(Festival Director)</p>
<p>Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan: Dewan Kesenian Jakarta , Kineforum, Forum Lenteng, Serrum Dan didukung oleh: Green Sands, Dinas Pariwisata DKI Jakarta, PKJ TIM, Tan Ek Tjoan, Restoran Trio, The Hangover House</p>
<p>Media Partner : Majalah Cobra!, Deathrockstar, Gigsplay, Svana Paper, Shutter Beater, IRockumentary,<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong>Visual Jalanan</strong></span>, Jakarta Beat, Whiteboard Journal, Cinema Poetica, Geeksbible, Freemagz.com, Demajors Radio, Hujan! Radio, Rurushop Radio.</p>
<p>Lisna Dwi, Media Relasi<br />
085215565835<br />
lisnaadwi@gmail.com</p>
<p>Info lebih lanjut: rrrec.ruangrupa.org | ruangrupa.org | follow: @rrrec_fest | @ruangrupa</p>
<p><strong>ruangrupa</strong><br />
Tebet Timur Dalam Raya No.6<br />
Jakarta Selatan 12820<br />
Telp / Fax : +6221 8304220<br />
www.ruangrupa.org<br />
info@ruangrupa.org</p>
<div><a href="http://visualjalanan.org/web/acara/siaran-pers-rrrec-fest-the-showcase"><img width="150" height="150" src="http://visualjalanan.org/web/wp-content/uploads/2013/04/eflyers-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail wp-post-image" alt="eflyers" /></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://visualjalanan.org/web/acara/siaran-pers-rrrec-fest-the-showcase/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
