Rubrik

03/11/2018

Stren Kali Jagir Berhias Mural

Mural sepanjang 200 meter ini berada di dekat pintu air Kali Jagir. Mural terlihat kecil jika dilihat dari Jalan Jagir Wonokromo, yang terpisahkan oleh Kali Jagir. Akses menuju mural ini melalui Jalan Ngagel, lalu melewati Taman Ngagel Tirto. Setelah melewati rel kereta api ambil jalan ke kanan. Mural-mural ini terpampang di sisi kiri setelah pintu air Kali Jagir. Pada deretan mural tersebut, ada nama-nama seniman. Tahun pembuatan mural yang saya amati di sana sekitar tahun 2017 dan 2018. Rekam gambar dilakukan pada tanggal 1 Mei 2018.
03/11/2018

Dein KGC

Dein, adalah nama alias yang dipilihnya dalam berkarya di jalanan. Ia tinggal dan bekerja di Pontianak, Kalimantan Barat. Dein mulai membuat karya sejak tahun 2016 dan mulai mengeksplorasi seni graffiti hingga saat ini. Adrenalin yang ditimbulkan dalam proses berkaryanya dengan graffiti membuatnya semakin semangat dalam berkarya. Di luar itu, ia membuka jasa custom sepatu dan jaket, juga jasa gambar untuk kafe, kamar, rumah, dan lain sebagainya.
03/11/2018

Nols

02/11/2018

Eko Nugroho dan Daging Tumbuh

“Jadi ketika saya gambar di dalam galeri pun, mural atau visual itu bukan milik saya. Bukan milik galeri, bukan milik siapa saja. Tapi orang bisa menikmati dengan momen. Nah, itu konsep yang saya bangun.” —Eko Nugroho
01/11/2018

Narasi Stiker Pada Helm

Mungkin banyak lagi alasan kenapa helm-helm tersebut dihias dengan stiker. Ngomong-ngomong berapa banyak stiker yang kamu tempelkan di helm?.
08/06/2018

Jelcozero

Jelcozero, adalah seniman graffiti dan mural asal gresik. Karakter yang dibuatnya merupakan perpaduan graffiti wildstyle dengan batik khas Indonesia.
08/06/2018

Sangegraff

Sangegraff, asal Yogyakarta yang aktif bergiat di jalanan sejak 2013. Sejak itu ia membuat karya-karya mural dan lalu menggunakan teknik graffiti pada saat ini. Karyanya banyak menampilkan karakter ikan paus, sebagai satwa yang dilindungi. Selain berkarya di jalanan, Sangegraff juga bekerja di salah satu clothing store di Yogyakarta.
07/05/2018

Taman Vertikal di Sudut Kota

Di perkampungan Salakan yang terletak di salah satu sudut kota Jogja, di sana terdapat karya-karya unik yang dilakukan siswa-siswi sekolah dasar. Tembok dengan ukuran kurang dari enam meter menghadap timur dengan cat dasar berwarna putih dengan kombinasi hijau yang semula terlihat kosong telah berganti rupa. Kini tembok tersebut sudah di penuhi oleh botol-botol bekas yang disulap menjadi pot warna-warni. Botol itu berisi aneka tanaman hias yang menggantung membentuk pola vertikal mengikuti badan tembok.
07/05/2018

Arnis Muhammad

Arnis adalah seniman visual asal Banda Aceh, Indonesia. Lahir di kota kecil Bireuen, di mana konflik antara tentara dan gerilya banyak terjadi. Kondisi itu memaksanya untuk tinggal di rumah dan banyak menghabiskan waktu di sana. Arnis belajar menggambar melalui tutorial internet karena pendidikan seni sangat langka di Aceh. Setelah beberapa tahun di Banda Aceh, Arnis bergabung dengan kolektif seniman AkarImaji dan sekarang aktif dalam kolektif tersebut. Arnis kebanyakan menggunakan pola yang terikat ketat dengan masa lalunya, ide-ide nya banyak terinspirasi dari sejarah dirinya sendiri yang suka menanam bunga matahari dan bermain ikan cupang.
04/05/2018

visualinsite – Jalan Anggur, Samarinda, Kalimantan Timur

Warga Samarinda juga sudah tidak asing dengan mural-mural yang ada pada tembok yang memanjang sekitar 200 meter di tepi jalan. Posisinya berada tepat di ujung Jalan Anggur yang menghubuungkannya ke Jalan Letjen Soeprapto, dan berbatasan dengan Jalan Juanda di sebelah barat, dan jalan Soetomo di sebelah timur.
03/05/2018

Gerakan-Gerakan Sosial dan Street Art dalam Perbincangan dengan Robowobo

23 November 2017, Visual Jalanan mewawancarai RM. Herwibowo atau biasa dikenal dengan Robowobo (RB) di Studio Grafis Huru-Hara, Pancoran. Robowobo mulai bergiat di kesenian semenjak awal 2000an di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun. Robowobo memilih pengaruh street art sebagai ide dalam berkaryanya selama ini. Bersama kawan-kawanya ia turut mendirikan Serrum, sebuah oganisasi nirlaba yang fokus dalam studi seni rupa dan pendidikan di Jakarta. Wawancara ini dilakukan oleh tim Visual Jalanan (VJ) yang terdiri dari Abi Rama (AR) dan Andang Kelana (AK) selama satu setengah jam yang ditranskrip oleh Wahyu Budiman Dasta “Walay” dan telah diselaraskan oleh Andang Kelana. Berikut adalah hasil wawancara kami dengan Robowobo.
18/04/2018

Wijaseta

Wijaseta, pemuda asli pegunungan Kulonprogo, Yogyakarta yang menyukai alam dan jalan-jalan ke luar kota. Ia berkarya di jalanan dengan menggunakan teknik poster wheatpaste dan juga mural. Karyanya menampilkan figur-figur aneh yang sebagian besar bertemakan tentang alam, kehidupan fana maupun keseharian. Selain berkarya di jalanan, Wijaseta juga menjadi perancang grafis lepasan dan melukis.
18/04/2018

Kotwo

Kotwo, seniman graffiti yang tinggal dan beraktivitas di Tangerang, Banten. Ia bereksperimen dengan bentuk-bentuk font dalam karya-karyanya. Ia mulai aktif berkarya di jalanan semenjak tahun 2012. Selain berkarya di jalanan, ia bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan riset sebagai Data Clean.
16/04/2018

RFYN

RFYN bernama lengkap Reza Arifiyana, seniman mural asal Surakarta, Jawa Tengah. Wanita ini mulai berkarya pada tahun 2017, karakter-karakter burung menjadi kecenderungan dalam berkaryanya.
16/04/2018

Beibehs

Muhammad Bacharuddin Habibullah dengan alias Beibehs, seniman graffiti asal kota Kudus namun beraktivitas di Semarang, Jawa Tengah. Fokus membuat karya-karya berbasis graffiti character, ia mulai aktif berkarya di jalanan semenjak tahun 2012. Selain berkarya di jalanan, ia fokus kuliah di jurusan Teknik Mesin dan sesekali juga memodifikasi motor.
12/04/2018

Hyneds

Hyneds seniman graffiti yang beraktivitas antara Surabaya dan Sidoarjo, fokus membuat karya-karya berbasis graffiti character. Hyneds mulai aktif berkarya di jalanan pada tahun 2012. Selain berkarya di jalanan, ia juga bekerja sebagai desainer grafis di salah satu coffee shop di Surabaya.
X