Rubrik

07/05/2018

Taman Vertikal di Sudut Kota

Di perkampungan Salakan yang terletak di salah satu sudut kota Jogja, di sana terdapat karya-karya unik yang dilakukan siswa-siswi sekolah dasar. Tembok dengan ukuran kurang dari enam meter menghadap timur dengan cat dasar berwarna putih dengan kombinasi hijau yang semula terlihat kosong telah berganti rupa. Kini tembok tersebut sudah di penuhi oleh botol-botol bekas yang disulap menjadi pot warna-warni. Botol itu berisi aneka tanaman hias yang menggantung membentuk pola vertikal mengikuti badan tembok.
07/05/2018

Arnis Muhammad

Arnis adalah seniman visual asal Banda Aceh, Indonesia. Lahir di kota kecil Bireuen, di mana konflik antara tentara dan gerilya banyak terjadi. Kondisi itu memaksanya untuk tinggal di rumah dan banyak menghabiskan waktu di sana. Arnis belajar menggambar melalui tutorial internet karena pendidikan seni sangat langka di Aceh. Setelah beberapa tahun di Banda Aceh, Arnis bergabung dengan kolektif seniman AkarImaji dan sekarang aktif dalam kolektif tersebut. Arnis kebanyakan menggunakan pola yang terikat ketat dengan masa lalunya, ide-ide nya banyak terinspirasi dari sejarah dirinya sendiri yang suka menanam bunga matahari dan bermain ikan cupang.
04/05/2018

visualinsite – Jalan Anggur, Samarinda, Kalimantan Timur

Warga Samarinda juga sudah tidak asing dengan mural-mural yang ada pada tembok yang memanjang sekitar 200 meter di tepi jalan. Posisinya berada tepat di ujung Jalan Anggur yang menghubuungkannya ke Jalan Letjen Soeprapto, dan berbatasan dengan Jalan Juanda di sebelah barat, dan jalan Soetomo di sebelah timur.
03/05/2018

Gerakan-Gerakan Sosial dan Street Art dalam Perbincangan dengan Robowobo

23 November 2017, Visual Jalanan mewawancarai RM. Herwibowo atau biasa dikenal dengan Robowobo (RB) di Studio Grafis Huru-Hara, Pancoran. Robowobo mulai bergiat di kesenian semenjak awal 2000an di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun. Robowobo memilih pengaruh street art sebagai ide dalam berkaryanya selama ini. Bersama kawan-kawanya ia turut mendirikan Serrum, sebuah oganisasi nirlaba yang fokus dalam studi seni rupa dan pendidikan di Jakarta. Wawancara ini dilakukan oleh tim Visual Jalanan (VJ) yang terdiri dari Abi Rama (AR) dan Andang Kelana (AK) selama satu setengah jam yang ditranskrip oleh Wahyu Budiman Dasta “Walay” dan telah diselaraskan oleh Andang Kelana. Berikut adalah hasil wawancara kami dengan Robowobo.
18/04/2018

Wijaseta

Wijaseta, pemuda asli pegunungan Kulonprogo, Yogyakarta yang menyukai alam dan jalan-jalan ke luar kota. Ia berkarya di jalanan dengan menggunakan teknik poster wheatpaste dan juga mural. Karyanya menampilkan figur-figur aneh yang sebagian besar bertemakan tentang alam, kehidupan fana maupun keseharian. Selain berkarya di jalanan, Wijaseta juga menjadi perancang grafis lepasan dan melukis.
18/04/2018

Kotwo

Kotwo, seniman graffiti yang tinggal dan beraktivitas di Tangerang, Banten. Ia bereksperimen dengan bentuk-bentuk font dalam karya-karyanya. Ia mulai aktif berkarya di jalanan semenjak tahun 2012. Selain berkarya di jalanan, ia bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan riset sebagai Data Clean.
16/04/2018

RFYN

RFYN bernama lengkap Reza Arifiyana, seniman mural asal Surakarta, Jawa Tengah. Wanita ini mulai berkarya pada tahun 2017, karakter-karakter burung menjadi kecenderungan dalam berkaryanya.
16/04/2018

Beibehs

Muhammad Bacharuddin Habibullah dengan alias Beibehs, seniman graffiti asal kota Kudus namun beraktivitas di Semarang, Jawa Tengah. Fokus membuat karya-karya berbasis graffiti character, ia mulai aktif berkarya di jalanan semenjak tahun 2012. Selain berkarya di jalanan, ia fokus kuliah di jurusan Teknik Mesin dan sesekali juga memodifikasi motor.
12/04/2018

Hyneds

Hyneds seniman graffiti yang beraktivitas antara Surabaya dan Sidoarjo, fokus membuat karya-karya berbasis graffiti character. Hyneds mulai aktif berkarya di jalanan pada tahun 2012. Selain berkarya di jalanan, ia juga bekerja sebagai desainer grafis di salah satu coffee shop di Surabaya.
12/04/2018

Gabe

Gabe seniman mural asal Tangerang yang mulai aktif berkarya di jalanan pada tahun 2016. Selain kuliah dan berkarya di jalanan, ia juga membuat karya dalam ragam medium, seperti melukis di kanvas dan jaket komersial.
05/04/2018

Anang Saptoto: Seniman Harus Hadir di Tengah Masyarakat

“Kita sebagai seniman jangan sampai absen dan tidak ikut terlibat mengalami situasi politik dari sejarah perubahan Kota Jogja. Keberpihakan terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat memiliki peran […]
05/04/2018

Danzone1

Danzone1 seniman grafiti asal Surakarta yang mulai aktif berkarya di jalanan di akhir tahun 2016. Dimulai dengan gambar di kertas lalu menempelnya di tembok-tembok jalanan, lalu berkenalan dengan grafiti. Wildstyle lettering menjadi gaya berkaryanya hingga saat ini. Selain membuat grafiti, ia juga bekerja sebagai karyawan swasta.
05/04/2018

Bankerock

Imas Dhamar Seni Aji atau Bankerock adalah seorang seniman mural yang mulai aktif berkarya di jalanan sejak 2015. Ia adalah salah satu anggota dari kolektif CTLR, yang saat ini tinggal dan beraktivitas antara Karanganyar dan Solo. Selain itu ia juga masih menjadi mahasiswa tingkat akhir, dan bekerja paruh waktu di luar berkarya.
28/03/2018

Hilmiartup

Hilmi Rizkiyana Putra atau Hilmiartup adalah seorang seniman grafitiyang mulai aktif berkarya di jalanan sejak 2015. Ia tinggal dan beraktivitas di Jakarta. Selain itu ia juga mengerjakan cetak-mencetak kaos baik karya sendiri maupun pesanan.
28/03/2018

Aath

Aath adalah seorang seniman handlettering yang berkarya baik dalam teknik mural maupun dengan medium kertas. Ia tinggal dan bekerja di kota Sragen, Jawa Tengah. Karya-karya handlettering yang ia buat berisi kata-kata motivasi atau dakwah dalam konteks sosial masyarakat. Ia juga bekerja sebagai karyawan pabrik di kota tempat tinggalnya.
27/03/2018

Digie Sigit: Repetisi Stensil Dalam Negosiasi (Ruang) Publik

Pada 13 Februari 2015 di iCAN (Indonesia Contemporary Art Network) di Kota Yogyakarta, tim Visual Jalanan (VJ) yang terdiri dari Abi Rama (AR) dan Ario Fazrien menemui Digie Sigit (DS), seorang seniman yang banyak membuat karya-karya stensil, dan juga karya performance art, zine, komik dengan tema-tema sosial. Selain itu ia juga membentuk grup musik elektronik Teknoshit. Berikut adalah hasil wawancara tim VJ dengan Digie Sigit. Wawancara ini ditranskrip oleh Wahyu Budiman Dasta “Walay” dan telah diselaraskan oleh Andang Kelana.
X